• Student Affairs
  • Grants and Awards
  • Student Affairs
  • Grants and Awards
  • Produk harus kreatif & bernilai jual juga… (catatan dari Creative Thinking in Business Exhibition 2012)

    profile CTiB 2012Mudah-mudahan belum terlambat untuk menulis sedikit pengalaman berkunjung ke Creative Thinking in Business (CTiB) Exhibition 2012 yang baru berlangsung 3 minggu lalu. Sebagai salah seorang yang kembali dipercaya mengampu mata kuliah CTiB pada semester ini, bersama dengan ibu Rah Utami Nugrahani, ibu Khairani Siregar, dan bapak Fajar Prabowo kami menetapkan pertemuan minggu ke-12 sebagai waktu pelaksanaannya seperti biasa. Mata kuliah yang diberikan pada semester tiga ini secara reguler mengadakan pameran produk kreatif di akhir semesternya. Kali ini pameran diikuti oleh 68 kelompok dari 9 kelas CTiB yang ada. Pameran dilaksanakan dua hari, pada 6 -7 Desember 2012 dan merupakan pameran pertama di Aula IMT Kampus Selatan sejak kepindahan Prodi MBTI dari Kampus Utara.

    IMAG0403

    Dengan persiapan yang dilakukan sejak pertemuan minggu ke 8, karya setiap kelompok diharapkan dapat menjadi representasi kreativitas mahasiswa semester tiga prodi MBTI. Perkembangan menarik pameran kali ini dibandingkan dengan pameran sebelumnya adalah berhasil dibuatnya beberapa produk yang secara fisik bernilai guna sekaligus bernilai jual. Bahkan beberapa produk ini tidak mengusung ide-ide yang terlalu muluk.  Misalnya produk jam dengan nama clock 2 mize. Sekilas, jam berpenampang dari bahan akrilik yIMAG0415ang bisa dipasang di dinding atau ditaruh di meja ini terlihat biasa saja. Keunikannya adalah karena mengganti angka penunjuk jam dengan simbol-simbol aktifitas. Simbol-simbol ini dapat dipasang dan dicopot sesuai dengan waktu aktifitas tersebut akan dilakukan pemilik jamnya. Sehingga selain berfungsi sebagai jam, produk ini juga berfungsi sebagai agenda. Kelompok ini pun menerima pembuatan jam dengan  bentuk  custom sesuai keinginan pemesan. Kreativitas untuk menciptakan nilai jual produk jam ini ditunjukkan pula dengan membuat brosur yang menarik dan dilibatkannya social media untuk berpromosi. Pada pameran lalu, harga satu unit jamnya dijual Rp. 50.000,-.

    Produk lain yang bernilai guna sekaligus bernilai jual ad1354861351171alah tote bag yang dapat dibolak-balik pemakaiannya dan dapat berfungsi sebagai wall organizer. Ritsleting yang berada di dua sisinyalah yang dapat membuat tas ini dipakai bolak-balik. Jika ritsleting dibuka habis, tas ini akan berubah menjadi wall organizer yang bisa dipakai menyimpan sepatu dan benda-benda lain. Pada saat pameran, tote bag yang memanfaatkan teknologi direct to print untuk memunculkan gambar di badan tasnya ini ditawarkan dengan harga Rp. 60.000,-.  Kedua contoh produk ini telah berhasil dijual beberapa unit selama pameran. Bahkan beberapa dosen turut menjadikan kelompok yang berpameran memperoleh laba dan menerima pesanan.

    Selain itu ada pula kelompok yang menampilkan produk yang bersifat bukan hanya mengurangi limbah namun memang dibuat tanpa bahan fisik. Produk tersebut adalah majalah digital. Selain konten yang ditampilkan, fitur majalah pun dibuat secara kreatif. Lalu ada pula permainan yang mengekor ide angry birds namun dibuat secara fisik dengan tema pemberantasan korupsi di Indonesia. Objek beratribut KPK dilontarkan ke arah bangunan yang ditempeli foto-foto para koruptor. Robohnya bangunan akibat terkena lontaran menjadi simbol hancurnya korupsi.

    IMAG0429  1354861355224135486135992713548613616421354861361851135486136302020121207101537143IMAG0406IMAG0409

    IMAG0411IMAG0421IMAG0424_resizeIMAG0426_resizeIMAG0441_resize

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    Kondisi ini tentunya memunculkan harapan. Ide kreatif yang muncul bersamaan dengan pemikiran menembus pasar, jika dipoles sedemikian rupa bukan tidak mungkin akan menjadi bisnis yang menghasilkan. Apalagi mahasiswa yang berpameran tersebut masih berada di semester ketiga studi mereka.

    Leave a Reply