• Student Affairs
  • Grants and Awards
  • Student Affairs
  • Grants and Awards
  • Mempersiapkan CV/Resume Internasional dan Mengetahui Perbedaannya di Beberapa Negara

    Pasar global sudah berlangsung beberapa tahun belakangan ini, termasuk pula di dalamnya sektor tenaga kerja. Hal ini memberikan juga peluang bagi warga Indonesia untuk mencari dan bekerja di luar negeri. Namun demikian, globalisasi tidak membuat semua hal menjadi terstandarisasi secara internasional seperti yang kita pikirkan, menulis CV salah satu contohnya.

    Setiap negara atau region memiliki ketentuannya masing-masing untuk dokumen terpenting dalam kegiatan melamar pekerjaan ini, termasuk pada bagaimana mereka menyebut dokumen itu sendiri. Sebelum mengirimkan CV (atau resume), penting untuk memastikan beberapa hal yang menjadi pertimbangan perusahaan pencari tenaga kerja agar dapat memaksimalkan peluang lamaran kita.

    working_abroad-1

    Beberapa hal tersebut adalah:

    1. CV atau resume?

    Di Eropa (termasuk Inggris) dan Amerika Latin dokumen ini tegas disebut sebagai “CV”, sementara di Amerika banyak dipakai istilah “resume” (CV lebih digunakan untuk profesi medis dan akademis). Kanada dan Australia juga mengaplikasikan hal yang sama dengan Amerika.

    Perbedaan ini menjadi kurang jelas untuk area Asia dan Timur Tengah. Budaya Amerika lebih sering ditemui jika seorang ekspatriat melamar ke organisasi multinasional. Ada baiknya untuk mengecek bagaimana perusahaan menulis dan menyebut kata-kata di situs resminya sebagai petunjuk. Misalnya jika perusahaan menulis “organisation”, kemungkinan besar mereka berorientasi ke Inggris. Sehingga istilah CV lebih cocok untuk dipergunakan.

    1. Foto

    Kita tidak perlu melampirkan foto jika melamar di Inggris, hal sebaliknya berlaku di daratan Eropa. Banyak negara di Asia juga melampirkan foto dalam lamarannya. Mengirimkan foto tidak direkomendasikan atau disarankan untuk melamar di Amerika dan Australia.

    1. Informasi Pribadi

    Di daratan Eropa dan Asia, sangat umum terlihat informasi kewarganegaraan, tanggal lahir, gender dan status perkawinan dari pelamar yang disampaikan ke pihak perusahaan. Perusahaan perekrut tenaga kerja di Prancis dan China, sebagai contoh, menginginkan semua data tersebut termasuk usia dari anak-anak si pelamar. Di Spanyol, perusahaan meminta informasi status perkawinan dan umur, nomor paspor dan detail surat ijin mengemudi dari si pelamar. Di Afrika Selatan, tambahan informasi pribadi seperti nomor tanda pengenal dan informasi etnis diperlukan di atas semua data.

    Di Australia, Inggris dan Amerika Serikat yang menganut hukum privasi yang lebih ketat, informasi pribadi seperti tersebut di atas tidak diperlukan. Di Amerika Serikat, perusahaan pencari tenaga kerja tidak berhak secara hukum untuk mengetahui umur pelamar (kecuali hukum setempat, negara bagian, atau federal mensyaratkan pegawai harus di atas umur tertentu).

    1. Penggabungan Data

    Untungnya, terdapat beberapa hal yang disetujui oleh negara-negara tersebut. Secara umum, CV atau Resume harus memasukkan nama, alamat, nomor telepon, alamat email, pengalaman profesional, pendidikan, dan minat, dengan penulisan berdasarkan urutan kronologis terbalik (tahun terakhir terlebih dahulu). Pastikan bahwa CV ditulis tidak lebih dari 2 halaman dan menggunakan tinta hitam di atas kertas putih.

    Pencari kerja sebaiknya tidak mengabaikan banyak perbedaan tersebut di atas meski hanya berbeda sedikit. Hindari hal-hal yang menunjukkan bahwa kita tidak dapat menyesuaikan dengan budaya organisasi yang kita lamar. Selamat melamar dan berkarya menjadi tenaga kerja global!!

     

     

    Sumber tulisan: https://www.abintegro.com/resources/newsroom/newsroom.aspx?newsid=895

    Sumber gambar: http://thecorporatenomads.com/2016/07/18/7-reasons-working-abroad-best-experience-millennials/

    Leave a Reply