• Student Affairs
  • Grants and Awards
  • Student Affairs
  • Grants and Awards
  • ponsel tagged posts

    KENAPA INDUSTRI PONSEL LOKAL MACET??

    Membaca koran menjelang akhir tahun isinya ternyata cukup didominasi oleh iklan. Periode menjelang akhir tahun memang menjadi momentum bagi pebisnis untuk menghabiskan stok tahun berjalan yang ditunjang oleh tingkat konsumsi masyarakat yang biasanya meningkat. Dari sekian banyak produk, saya melihat produk seluler merupakan produk yang cukup rajin beriklan. Misalnya pada Kompas edisi Jumat 27 Desember 2013 lalu, terdapat 8 iklan yang berisi produk seluler dari 35 iklan (di luar advetorial) yang ada. Ada produk perangkat seluler, produk operator seluler, dan gabungan keduanya. Jika melihat operator seluler, tentu kita semua tahu mereka adalah perusahaan lokal meski sahamnya ada yang dimiliki asing...

    Read More

    Fenomena Aksesoris Ponsel : tambahan yang malah jadi kewajiban

    Pemakaian ponsel semakin hari semakin memasyarakat, tidak lagi memandang tingkat ekonomi. Hal ini diperkuat dengan data Asosiasi Telepon Seluler Indonesia (ATSI) yang mencatat lebih dari 240 juta pelanggan seluler pada akhir tahun 2011. Angka ponsel yang beredar saja sudah hampir mencapai jumlah total penduduk Indonesia, apalagi aksesoris ponsel yang biasanya dimiliki lebih dari satu jenis. Aksesoris ponsel adalah produk yang mudah diidentifikasi pada saat ini, namun pada awal 90-an ketika ponsel baru marak di Indonesia, produk aksesoris sama sekali tidak dikenali. Pemakai ponsel hanya memiliki ponsel dan chargernya, atau jika ada tambahan pun sebatas handsfree yang sepaket dalam kotak ponsel. Jadi kemana-mana, pemakai ponsel hanya membawa ponselnya semata, tidak lebih.

    Seiring perkembanga...

    Read More