• Student Affairs
  • Grants and Awards
  • Student Affairs
  • Grants and Awards
  • Catatan dari MBTI Faculty Company Visit 2013

    Sebagai kegiatan reguler tahunan, Prodi MBTI kembali mengadakan Faculty Company Visit. Adanya kegiatan ini salah satu tujuannya adalah untuk updating info terkini di industri yang terkait dengan kompetensi Prodi, langsung dari pelakunya. Mengingat konsentrasi yang ada di Prodi MBTI terdiri dari Manajemen Bisnis Telekomunikasi (MBT), Manajemen Bisnis Informatika (MBI), Manajemen Bisnis Konten (MBK), dan Manajemen Bisnis Media (MBM), maka perusahaan yang dikunjungi pun diusahakan sesuai dengan 4 konsentrasi yang ada. Berdasarkan perencanaan, untuk MBT perusahaan yang akan dikunjungi adalah Indosat. MBI ke Microsoft Indonesia, MBK ke KapanLagi.com, MBM ke Metro TV dan ANTV. Beberapa bahkan saling beririsan jika dikaitkan dengan konsentrasi. Sehingga dengan adanya irisan konsentrasi tersebut, dosen Prodi MBTI dapat memahami bahwa tidak ada konsentrasi yang benar-benar murni berdiri sendiri.

    IMG_9888 IMG_9891 IMG_9898 IMG_9895

    Kunjungan pertama di hari pertama tanggal 21 Januari 2013 adalah ke Microsoft Indonesia yang berlokasi di gedung Bursa Efek Indonesia kawasan SCBD Jakarta. Dengan total peserta sebanyak 25 orang, rombongan diterima oleh Luci Sajat dari divisi Education Inside Sales & Public Sector. Agenda selanjutnya adalah mendengarkan paparan yang disampaikan oleh Norman Sasono, yang memperkenalkan diri sebagai Technology Evangelist Microsoft Indonesia. Beliau mempermudah pemahaman terkait posisinya dengan istilah Pendakwah Teknologi. Hal ini karena perannya yang seringkali memberikan ceramah terkait perkembangan teknologi kepada berbagai pihak antara lain perusahaan dan akademisi. Paparan beliau dimulai dari menyajikan berbagai produk Microsoft terutama yang diluncurkan pada 2012. Dari situ terlihat bahwa Microsoft adalah sebuah perusahaan yang rentang produknya sangat beragam. Dari perangkat home entertainment, server, operating system, applications, tablet, smart phone, dan masih banyak lagi. Sehingga sulit dicari perusahaan yang bisa benar-benar dianggap sebagai kompetitor dari Microsoft. Setelah itu Norman memaparkan pula tentang fitur-fitur dari windows 8 yang baru bulan November 2012 lalu diluncurkan. Peserta sangat beruntung karena dapat mengetahui kelebihan operating system terbaru ini langsung dari sumbernya. Selanjutnya dipaparkan tentang “apps economy”, sebuah fenomena yang merubah tatanan ekonomi industri ICT khususnya bahkan ekonomi global pada umumnya. Dalam fenomena ini dapat terjadi dengan hanya 1-2 orang anak (yang bahkan tidak terlalu handal kemampuan programmingnya) dari pelosok dunia yang tidak dikenal sebagai pemain terkemuka sektor ICT namun produk aplikasinya dapat menjadi booming karena diunduh jutaan kali dari seluruh dunia. Salah satu contohnya adalah angry birds. Jika dulu harus lulus kuliah dulu baru kemudian bekerja di perusahaan ICT sampai akhirnya bisa membuat aplikasi, sekarang tidak lagi, karena bisa saja masih duduk di bangku kuliah namun sudah bisa membuat aplikasi. Hal yang terpenting adalah kreativitas menelurkan ide.

    IMG_9958 IMG_9968 IMG_9977Kunjungan kedua di Senin, 21 Januari 2013 adalah kunjungan ke Metro TV. Seharusnya kunjungan kedua adalah ke Indosat, namun karena masih terkendala dampak banjir beberapa hari sebelumnya kunjungan tersebut terpaksa dibatalkan. Kunjungan kali ini adalah untuk menyaksikan program Economic Challenges yang ditayangkan secara live. Episode ini membahas topik Awas Banjir Korupsi 2013. Dengan host Suryopratomo (Pemimpin Redaksi Metro TV), program ini menampilkan nara sumber utama Sofyan Wanandi (Ketua APINDO), Prof. Dr. Ryas Rasyid (Mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara & pencetus konsep otonomi daerah), serta nara sumber tambahan yaitu Dr. Aviliani (Ekonom UI & Sekretaris Komite Ekonomi Nasional), Yanty Isa (pelaku UKM pemilik Magfood), dan Dodi Abdul Kadir (Penasehat Hukum tersangka korupsi Hartati Murdaya). Dari dialog tersebut tercetus beberapa pemikiran diantaranya bahwa diperlukan kepastian hukum bagi pengusaha sehingga pengusaha tidak terseret dan tidak menyeret diri ke perilaku koruptif, harus adanya standar kompetensi pejabat publik dan standar pelayanan publik, korupsi selalu akan terjadi selama sistem administrasi tidak diperbaiki, dan harus ada konsistensi peraturan yang dibuat oleh pemerintah agar tidak menimbulkan celah terjadinya tindak pidana korupsi.

    IMG_0004 IMG_0008 IMG_0010Di hari kedua, kunjungan diawali ke KapanLagi.com. Kali ini para dosen MBTI dibawa ke sebuah perusahaan contoh konkrit “apps economy” yang disampaikan hari sebelumnya di Microsoft. Meskipun konsep kantornya rumahan namun omsetnya diperkirakan gedongan. Di kantor redaksinya di kawasan Tebet, rombongan diterima dengan hangat oleh Didik Supriyanto (Pemimpin Redaksi), Eduard Silitonga (Reporter Video), dan Djoko (Desainer). Didaftarkan webnya sejak 2003, KapanLagi.com mencapai 6 juta pembaca tiap bulannya dan hampir 40 juta orang membuka KapanLagi.com pada tahun 2009. Saat ini KapanLagi menduduki urutan ke-5 nasional untuk kategori portal online. Memiliki 3 kantor, 2 di Jakarta dan 1 di Malang, KapanLagi memperkerjakan sampai 120 reporter dan puluhan staf.  Bahkan situs berita yang baru 2 bulan diluncurkan, Merdeka.com, sudah menempati urutan 7 nasional untuk kategori situs berita. Saat ini KapanLagi group memiliki KapanLagi.com, Merdeka.com, Vemale.com, Bola.net, Otosia.com, Games.co.id, GirlsgoGames.co.id, dan Permainan.co.id. Dikatakan Didik, diferensiasi yang diterapkan KapanLagi adalah menampilkan sisi lain dari peristiwa yang sedang ramai diberitakan. Sedangkan yang jadi resiko utama tiada lain adalah hilangnya kreativitas.

    IMG_0034 IMG_0045 IMG_0058 IMG_0063 IMG_0066 IMG_0094 IMG_0098Perusahaan yang menjadi tempat kunjungan terakhir adalah ANTV. Rombongan mengunjungi kantor sekaligus studio ANTV yang masih bisa dibilang baru di kawasan Rasuna Epicentrum, Kuningan. Di tengah kesibukan 54 hari lagi menjelang ulang tahunnya, pihak ANTV masih dapat menerima rombongan dosen MBTI dengan sangat baik. Bahkan rombongan dapat diterima langsung oleh Dudi Hendrakusuma (Presiden Direktur ANTV), Soraya Perucha (GM Corporate Communication), Yasmin Sanad (Manager Public Relation) dan Lia Sugihartini. Penyambutan awal oleh GM Corporate Communication, Soraya Perucha, menayangkan corporate profile ANTV. Selanjutnya, PresDir ANTV yang menyampaikan sambutan sekaligus paparan. Dudi Hendrakusuma dapat dikatakan sebagai contoh sukses pelaku transformasi organisasi di ANTV. Sebagai PresDir terlama dalam sejarah ANTV yang dimulai sejak 2008, saat ini beliau tercatat sebagai kandidat doktor strategi bisnis di UI, pernah menjabat sebagai VP Bank Mega dan Direktur Keuangan dan SDM Trans TV.  Dipaparkan bahwa positioning ANTV ditentukan berdasarkan hasil riset yang menunjukkan besarnya potensi pemirsa perempuan. Sebagai TV entertainment, ANTV mengambil kategori non sinetron base. Dipaparkan pula bagaimana proses bisnis advertisement di ANTV oleh Deputi GM Sales, Rudi Rianto. Kunjungan dilanjutkan dengan berkeliling ke ruang redaksi news dan studio news. Sambutan yang hangat diakhiri dengan dilepasnya rombongan oleh Presiden Direktur, GM Corporate Communication, dan Manager PR bahkan sampai bis pergi dari depan gedung ANTV kembali menuju Bandung.

    Leave a Reply