• Student Affairs
  • Grants and Awards
  • Student Affairs
  • Grants and Awards
  • 3 Langkah Atasi Lemahnya Rupiah

    Hari ini (Sabtu, 29 Agustus 2015) kurs 1 USD adalah IDR 14.110. Masih dalam tren melemah di beberapa bulan terakhir. Penyebab melemahnya Rupiah sudah banyak dikemukakan oleh beberapa pakar dan juga pemerintah. Kondisi sekarang bagaimanapun masih dianggap belum krisis, jika merujuk kepada pendapat Menteri Keuangan RI. Dari sekian banyak penyebab, yang paling saya pahami dan yakini adalah fakta defisitnya neraca perdagangan kita. Impor kita jauh lebih besar daripada ekspor. Terus apa yang harus kita lakukan secara individu sebagai warga NKRI?? Setidaknya ada 3 hal yang bisa kita lakukan secara perorangan.

    1. Prioritaskan membeli produk lokal.

    Dalam pertemuan pertama di 4 kelas mata kuliah Kewirausahaan yang saya ajar semester ini, kondisi ekonomi Indonesia terkini saya sampaikan kepada sekitar 190 mahasiswa. Saya tanya pendapat mereka untuk mengatasi lemahnya Rupiah dihubungkan dengan defisitnya neraca perdagangan. Jawaban mereka adalah kurangi impor. Caranya, biasakan membeli produk lokal. Good answer.. Tapi ketika saya minta menyebutkan produk yang biasa dibeli sehari-hari, seperti misalnya pasta gigi, kebanyakan mereka menyebutkan merek-merek yang perusahaannya berasal dari luar negeri. hehehe…

    Selain concern dengan harga, kita harus pastikan juga siapa produsen dan afiliasi negara produsennya sewaktu kita membeli barang. Yakini bahwa barang tersebut adalah produk asli dalam negeri.

    beli-100-persen-indonesia

    2. Jadilah produsen untuk pasar dalam negeri

    Point sebelumnya (nomor 1) adalah langkah kita sebagai konsumen. Jika kita ingin tindakan kita lebih besar lagi dampaknya, jadilah produsen mari berwirausaha. Setidaknya produsen bagi pasar dalam negeri. Jika ada buku “The Power of kepepet”, saat inilah waktunya kita merasa kepepet. Sebagai individu, membuka industri rumahan atau jasa perorangan dan memasarkannya melalui beragam kemudahan internet saat ini rasanya tidaklah sulit. Meski kondisi ekonomi dibilang sedang jelek, 270 juta penduduk Indonesia masih merupakan pasar yang potensial.

    gerakan-cinta-produk-indonesia

    3. Jadilah produsen untuk pasar luar negeri

    Jika ingin lebih advance lagi, kita sebagai Warga NKRI bisa menjadi produsen untuk pasar luar negeri. Mana mungkin?? Mungkin banget. Apa yang potensial untuk dipasarkan? Yang tidak dimiliki negara lain. Sektor industri kreatif dan pariwisata malah sepertinya menemukan momentum di saat ini. Karena mata uang asing menguat, turis asing merasa biaya liburan ke Indonesia menjadi lebih murah. Lalu apa yang bisa dilakukan sebagai individu? Untuk industri pariwisata, kita bisa misalnya menjadi pemandu wisata. Jadilah pemandu wisata yang unik, promosikan jasa menggunakan internet (WordPress, instagram, twitter, facebook, tumblr, dll) dan tuliskan dalam beragam bahasa asing (manfaatkan Google translate). Beragam fasilitas internet itu gratis loh. Gimmick promosinya jangan lupa, misalnya dengan menyisipkan cerita atau sejarah tempat wisata tersebut di media-media tadi. Buat seunik dan sekreatif mungkin.

    Ayo kita lakukan 3 hal tersebut, daripada hanya sekedar ngedumel saja. Apalagi buat siapapun yang sampai hari ini (setahun setelah Pilpres), masih saja ga bisa move on..

    Kalau pun merasa ga pengen membantu pemerintah sekarang (karena merasa ga milih), mari kita rubah sudut pandang, saat ini kita bisa sama-sama dan harus bantu negara!!!

    Leave a Reply